Jumat, 04 Oktober 2013

KPA Cliff Hanger Amurang Jajal Kompetisi Wall Climbing di Manad

IDMANADO/Manado- Kelompok Pecinta Alam (KPA) Cliff Hanger Amurang, Minahasa Selatan menjajal kompetisi panjat dinding (Wall Climbing) yang digelar Mapala Pahyagaan Fakultas Teknik Unsrat Manado dalam rangka Hut ke 25 yang di mulai tanggal 28-30 Mei 2013 di kampus Unsrat Manado.
Adapun kategori yang diperlombakan diantaranya, tingkat kesulitan (Lead) Pelajar, Lead Umum Putra dan Umum Putri serta kategori speed climbing umum putra.

“Kami mengikutan 5 atlit panjat tebing yakni Devky Dissa, Stenly Mongkareng, Oksan Mansiarang, Stevan Potabuga dan Roxi Diman,” ujar Sekretaris KPA Cliff Hanger Amurang Melky Thomas didampingi Bendahara Billy Ludong, Rabu, (29/05).
Ajang kompetisi ini sekaligus mempromosikan aset wisata Panjat Tebing Batu Dinding Kilo Tiga Amurang. “Atlit panjat kami siap berkompetisi, muda-mudahan mereka boleh meraih prestasi,” pungkasnya.
Peserta yang turut berpartisipasi competisi climbing yang bertajuk pahyagaan silver climbing competition diikuti organisasi pecinta alam dibeberapa daerah yakni Manado, Bitung, Minahasa Utara, Minahasa dan Minahasa Selatan.(Win)

Rabu, 02 Oktober 2013

Profil Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel)

Kabupaten Minahasa Selatan atau yang biasa disingkat Minsel merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara dengan Ibukota Amurang. Jarak dari Amurang ke Manado ± 64 km. Secara geografis, Kabupaten Minahasa Selatan terletak antara 0°,47’-1°,24’ Lintang Utara dan 124°,18’-124°45’ Bujur Timur. Sedangkan secara administratif terletak di sebelah Selatan Kabupaten Minahasa, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
  • Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Minahasa
  • Timur : Berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Tenggara
  • Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
  • Barat : Berbatasan dengan Laut Sulawesi
Dalam perspektif regional, Kabupaten Minahasa Selatan  berada pada posisi strategis karena berada pada jalur lintas darat Trans Sulawesi yang menghubungkan jalur jalan seluruh provinsi di Pulau Sulawesi. Demikian pula jalur laut untuk bagian utara, merupakan daerah perlintasan (transit) sekaligus stop over arus penumpang, barang dan jasa pada Kawasan Indonesia Tengah dan Kawasan Indonesia Timur, bahkan untuk Kawasan Asia Pasifik. Sementara untuk jalur laut bagian selatan, sangat strategis untuk pengembangan produksi perikanan di Kawasan Timur Indonesia.
Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel)sebagian besar mempunyai topografi berbukit-bukit/pegunungan yang membentang dari utara ke selatan, berpantai dan dataran rendah bergelombang dengan ketinggian 0 meter (daerah pantai) sampai dengan 1.500 meter dpl.

Sejarah Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel)

Logo Kabupaten Minahasa Selatan Logo Minsel Profil Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel)
Sejalan dengan bergulirnya nuansa reformasi dan implementasi kebijakan otonomi daerah, muncul aspirasi masyarakat di berbagai daerah yang menginginkan pemekaran wilayahnya, baik propinsi maupun kabupaten/kota. Demikian pula masyarakat di Minahasa Selatan yang menginginkan pemekaran wilayahnya menjadi daerah otonom yang baru.
Maksud pemekaran daerah ini pada prinsipnya adalah untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna dalam rentang kendali (span of control) penyelenggaraan tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta pembinaan dan pelayanan masyarakat. Sedangkan tujuannya adalah terwujudnya peningkatan pengelolaan potensi daerah secara lebih optimal, terwujudnya peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, terwujudnya pengembangan kehidupan demokrasi dan peran masyarakat serta rasa keadilan dan pemerataan pembangunan. Selain itu, untuk lebih mendayagunakan pencapaian tujuan pemberian otonomi daerah yang pelaksanaannya memperhatikan potensi daerah, keanekaragaman dan kepentingan masyarakat di daerah, guna kesejahteraan masyarakat.
Aspirasi masyarakat Minahasa Selatan (Minsel), secara positif disikapi dan diakomodasikan oleh Pemerintah bersama DPRD Kabupaten Minahasa. Setelah melalui kajian (seminar, diskusi, panel, dialog) dan melalui proses sesuai aturan perundangan yang berlaku, aspirasi ini disetujui oleh DPRD Kabupaten Minahasa melalui surat Nomor 170/DPRD/122/2000 tanggal 23 Maret 2000 tentang Rekomendasi Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon. Berdasarkan rekomendasi tersebut, Bupati Minahasa menyampaikan surat Kepada Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Nomor 458/B.MIN/IX-2001 perihal Hasil Kajian Awal Pemerintah Daerah dalam Rangka Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan.
Setelah melakukan pengkajian, DPRD Kabupaten Minahasa mengeluarkan persetujuan prinsip dengan surat Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 28 September 2001 tentang Persetujuan Prinsip DPRD Kabupaten Minahasa dalam rangka Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan. Selanjutnya, Bupati Minahasa menyampaikan usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan kepada Gubernur Sulawesi Utara melalui surat Nomor 530/B.Min/XI-2001 tanggal 26 November 2001. Kemudian, atas pertimbangan dan persetujuan DPRD Propinsi Sulawesi Utara yang tertuang dalam Keputusan DPRD Propinsi Sulawesi Utara Nomor 6 Tahun 2002 tentang Persetujuan Dukungan Terhadap Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon, Gubernur Sulawesi Utara menindaklanjuti usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan tersebut kepada Pemerintah Pusat.
Dalam proses selanjutnya di tingkat pusat, usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan bersama Kota Tomohon menjadi usul inisiatif DPR-RI. Guna melengkapi data dan masukan secara empirik, Tim Komisi II DPR-RI melakukan peninjauan lapangan pada tahap awal yang selanjutnya diikuti oleh Tim Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) Pusat. Setelah melalui proses persetujuan DPR-RI, pada tanggal 27 Januari 2003, Minahasa Selatan ditetapkan sebagai salah satu daerah otonom yang baru di Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003 tanggal 25 Februari 2003 yang mencakup 13 kecamatan. Usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon diproses bersama-sama dengan 25 calon kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Untuk mengimplementasikan amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003, melalui keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 131.51-421 tangal 25 Juli Tahun 2003, pada tanggal 4 Agustus 2003 di gedung DPRD Kabupaten Minahasa-Tondano, Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia meresmikan Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru sekaligus melantik Drs. Ramoy Markus Luntungan, Pangkat/Golongan Ruang Pembina Utama Madya (IV/d), NIP. 010 076 798, sebagai Penjabat Bupati Minahasa Selatan.
Konsekuensi logis dari peresmian Kabupaten Minahasa Selatan sebagai suatu daerah otonom yang diikuti oleh pelantikan Penjabat Bupati adalah merupakan awal dari dimulainya penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan.
Bupati Minahasa Selatan 
Sejak memekarkan diri dari Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan(Minsel) telah mengalami beberapa kali pergantian bupati. Ramoy Markus Luntungan merupakan bupati pertama Kabupaten Minahasa Selatan (2003-2005 pejabat sementara) dan periode 2005-2010 sebagai bupati pertama pilihan rakyat. Sedangkan untuk periode 2010-2015, Christiany Eugenia “Tetty” Paruntu menjadi pilihan masyarakat Minahasa Selatan melalui pemilihan umum yang berlangsung 2 putaran.
Selain Ramoy Markus Luntungan (RML) dan Christiany Eugenia “Tetty” Paruntu, Kabupaten Minahasa Selatan pernah dipimpin oleh beberapa pejabat Bupati diantaranya H.D Waworuntu, Asiano Gamy Kawatu dan Mecky Onibala
Jumlah Penduduk Kabupaten Minahasa Selatan
Berdasarkan data yang didapat dari website BPS (minselkab.bps.go.id) jumlah penduduk Kabupaten Minahasa Selatan berdasarkan Sensus Penduduk 2010 sebanyak 195.553 jiwa, terdiri dari 94.507 laki-laki dan 101.046 perempuan. Jumlah penduduk terbanyak berada di kecamatan Tenga dan yang terendah berada di kecamatan Kumelembuai.
Jika dilihat dari piramida penduduk yang menggambarkan karakteristik jumlah penduduk menurut kelompok umur, sebagian besar penduduk di Minahasa Selatan berada pada usia produktif, yaitu 15-64 tahun. Sumber daya manusia yang melimpah ini merupakan suatu keuntungan yang sangat besar bagi keberhasilan pembangunan di Minahasa Selatan, mengingat penduduk produktif berpeluang lebih besar untuk bekerja dan menghasilkan pendapatan dibandingkan kelompok umur lainnya.

Tempat Wisata di Minahasa Selatan (Minsel)

Minsel menyimpan potensi wisata yang tidak kalah indah dengan kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Utara. Bagi anda yang gemar dengan wisata bahari, anda bisa berkunjung ke Pantai Moinit, Pantai alar, Pantai Wawontulap, pantai Batu Kapal dan berbagai pantai lain yang tak kalah indahnya. Bagi anda yang gemar dengan olahraga yang agak menantang bisa mencoba wisata arung jeram di sungai Maruasey ataupun panjat tebing di Batu Dinding yang terletak di desa Kilo 3. Sedangkan apabila anda menyukai daerah pegunungan, anda bisa mencoba berwisata ke Modoinding.
Itulah Profil singkat Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sebuah kabupaten dibagian selatan tanah Minahasa yang kaya akan sumber daya alam yang kami rangkum dari berbagai sumber salah satunya dari website resmi Pemerintah Kabupaten Minahasa selatan yang beralamat di minselkab.go.id

Sumual Tutup Panjat Tebing KPA Cliff Hanger 2012



Amurang, (Buser Kriminal)
Rangkaian kegiatan bertajuk To Support South Minahasa by Rock Climbing Tourism yang digagas Kelompok Pecinta Alam (KPA) Cliff Hanger Kilo Tiga Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan resmi ditutup oleh Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Cabang Minsel, John RM Sumual, SE, SH, Sabtu (25/8/2012).

Sebagai penutup kegiatan yang dihelat mulai 17 sampai 25 Agustus 2012, adalah finalis 4 kategori panjat tebing (rock climbing) masing-masing lead putra dan putri, kategori pelajar 19 tahun dan boulder.
Ketua FPTI Minsel John RM Sumual yang juga Wakil Ketua DPRD Minsel menyatakan selamat kepada para pemenang lomba di empat kategori yang dilombakan, “Trophy dan uang pembinaaan ini kiranya menjadi motivasi tersendiri untuk lebih berprestasi lagi, terlebih mampu membawa nama baik daerah khususnya di bidang olahraga panjat tebing,” ujar Sumual yang diaminkan Sekretaris FPTI Minsel Andy Wurarah.

Sementara itu, Ketua Panitia Sanly Lendongan didampingi sekretaris Ricky Ulaan menyatakan terima kasih atas keikutsertaan dan partisipasi dalam kegiatan . “Tak lupa juga kami menyampaikan terima kasih atas dukungan yang baik Pemkab Minsel, PT Cargill Indonesia Amurang, Apache, Aqua dan FPTI Minsel, FKPA Sulut, FKPA Minsel dan Yonif 712 Kompi Senapan C Minsel,” kata Lendongan yang juga adalah jurnalis di salah satu media lokal Sulut.

Pemenang di 4 kategori Boulder, juara I Stevan Potabuga KPA Cliff Hanger Amurang Minsel, juara II Octries Katameri MPA Areca Vestiaria Manado, juara III Ronald Momongan KPA Katsuwonus Bitung.
Kategori lead putra, juara I Octries Katameri MPA Areca Vestiaria Manado, juara II Stevan Potabuga KPA Cliff Hanger Amurang Minsel, juara III Ronald Mamongan KPA Katsuwonus Bitung. Lead putri, juara I Angela Tambahani MPA Aesculap Manado, juara II Jouneer Lopulalan MPA Justitia Manado, juara III Merry Pesiwarissa MPA Justitia Manado.

Kategori pelajar, juara I Frendy Tapada KPA Cliff Hanger Amurang Minsel, juara II dan III Trivena Parapak dan Micael Rompas Amurang Climber Team (ACT) Lopana. Tim teknis, ketua juri Said Banteng dan pembuat jalur Steven Mamesah.  *NOVY

Peduli Generasi Muda, PT Cargill Amurang Bantu KPA Cliff Hanger



Amurang, KOMENTAR - PT Cargil Indonesia Amurang memang begitu peduli terhadap pengembangan generasi muda, baik di bidang pendidikan maupun dunia olahraga. Salah satunya olahraga yang dikenal ekstrim, yakni panjat tebing (rock climbing). Pihak PT Cargill membantu seperangkat peralatan panjat tebing.
 
Serah terima peralatan dilakukan langsung oleh Plant Manager PT Cargill Indonesia Amurang Lindung Samosir kepada Kelompok Pecinta Alam (KPA) Cliff Hanger Amurang yang di-terima oleh ketua Sanly Lendongan didampinggi anggota Ricky Ulaan.
Maksud diberikannya bantuan ini, guna menopang ke-beradaan objek wisata Tebing Alam Batu Dinding di Desa Kilometer Tiga Amurang, Min-sel, sekaligus memotifasi ge-nerasi muda untuk meng-angkat citra pariwisata mela-lui olahraga panjat tebing.
 
Apalagi tebing alam adalah salah satu terbaik di dunia yakni terbaik ke dua di du-nia dari segi kesulitan jalur pemanjatanya. Meski begitu masih ada sejumlah jalur menengah dan mudah un-tuk pemanjat pemula, pela-jar, generasi muda dan ma-syarakat yang ingin menjajal tebing kilo tiga sebutan batu dinding yang begitu eksotik. Bagaikan tangga terbalik dengan kontur bebatuanya pun sangat keras dari jenis batu andesit, sangat disa-yangkan kalau tidak dikem-bangkan potensi yang men-janjikan ini.
“Bantuan peralatan ini gu-na pengembangan minat khusus olahraga panjat te-bing, terlebih menunjang ob-jek wisata alam batu din-ding. Fasilitas tambahan ini kiranya mampu mencip-takan atlit-atlit berprestasi di bidang olahraga panjat tebing, dan diharapkan mampu membawa nama ha-rum Minahasa Selatan,” ucap Lindung Samosir
 
Lindung menambahkan, dengan dilakukan berita acara serah terima peralatan panjat tebing di kantor Cargill Amurang, maka se-cara resmi peralatan yang di-maksud menjadi milik Ke-lompok Pecinta Alam (KPA) Cliff Hanger kilometer Tiga Amurang. “Nah, kiranya alat tersebut dapat dijaga dengan baik guna pengembangan atlit panjat tebing agar lebih berprestasi lagi,” imbuhnya.
 
Sementara itu, Ketua KPA Cliff Hanger Sanly Lendongan mengatakan, peralatan yang diberikan tentu dapat memacu dan meningkatkan pengembangan atlit. “Apalagi, olahraga panjat tebing bukan saja populer di mata masyarakat Minsel dan Sulut, tapi ki-ranya dapat memotivasi pemanjat untuk meraih prestasi lebih baik lagi ke depan,” ujar Lendongan didamping anggota KPA Cliff Hanger Ricky Ulaan.
 
Lendongan berharap, sektor swasta sangat berperan dalam menopang kepariwi-sataan di Minsel. Namun akan lebih baik lagi, jika pe-merintah dapat mem-fasili-tasi sarana penunjang. Dian-taranya, infrastruktur jalan serta fasilitas lainya berupa gasebo-gasebo dan pemeliha-raan aset wisata yang bisa menghasilkan pendapatan bagi daerah ini. Ia pun me-nyatakan selamat kepada anggota KPA Cliff Hanger yang berhasil menjuarai 3 kategori dari 4 kategori yang diperlombakan. Bantuan PT Cargill Amurang selain me-nyumbangkan perlengkapan panjat tebing juga berupa bibit pohon yang sementara dilakukan penanaman seca-ra regular.(vtr)

Selasa, 01 Oktober 2013

Mocktar Setuju Panjat Tebing Setiap Tahun Dilaksanakan



 Ketua Umum Pusat FPTI dan Bupati Minsel Tetty Paruntu saat menandatangani diatas kain putih

Bupati Tetty Paruntu, Ketua Umum PP FPTI Akil Mocktar dan Ketua Umum Panitia Jamnas 2013 Kristovorus Decky Palinggi saat menandatangani diatas kain putih. (foto beritamanado)
Amurang—Ketua Umum PP Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Prof Dr Akil Mocktar, SH MH diundang Panitia Jambore Nasional Panjat Tebing & Vertical Rescue (Jamnas PT & VR) tahun 2013 di Objek Wisata Batu Dinding Desa Kilometer Tiga Kecamatan Amurang. Kedatangan Hakim Agung Mahkamah Konstitusi ini untuk memberi beberapa materi tentang Panjat Tebing bagi peserta dari seluruh Indonesia.
Menariknya, Sabtu (26/1) kemarin, adalah hari keempat Jamnas PT & VR 2013 di Minsel Ketua Umum PP FPTI Prof Dr Akil Mocktar bersama Bupati Christiany Paruntu, SE, Ketua Umum Panitia Jamnas PT & VR 2013 Kristovorus Decky Palinggi, SE, Ketua FPTI Sulut Richard Sualang dan Ketua FPTI Minsel Johny Sumual, SE SH melakukan penandatanganan diatas kain sepanjang 15 meter.
Tujuang penandatangan diatas kain putih sepanjang 15 meter tersebut pertama untuk mendukung Jamnas PT & VR dilaksanakan setiap tahun di seluruh Indonesia. Dan menjadi pelopor pelaksanaan Jamnas adalah Kabupaten Minsel. Pasalnya, Batu Dinding atau Tebing Batu ini adalah tertinggi dan tersulit di Indonesia.
Bupati Tetty Paruntu merespon kegiatan ini. Termasuk diantaranya, akan dilakukan lebih profesional pada tingkatan lebih tinggi. ‘’Ya, Pemkab Minsel siap mendukung pelaksanaan Jamnas dilaksanakan setiap tahun. Bahkan, pelaksanaan kegiatan ini juga bisa ditingkatkan lebih kelevel tingkat Asean. Dan Pemkab Minsel akan mendukung pelaksanaan, kalau juga tahun 2014 Minsel akan jadi tuan rumah. Maka, Pemkab Minsel siap melaksanakannya,’’ ujar bupati Paruntu.
Pantauan media ini, sekitar 300-an peserta bersama panitia dan warga Desa Kilometer Tiga ikut menandatangani persetujuan diatas kain putih sepanjang 15 meter di Pantai Alar-Pondang Kecamatan Amurang Timur. (and)

Penulis: ape | 27/01/2013.


Rabu, 28 Agustus 2013

Bakti Sosial KPA Cliff Hanger Amurang





TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Meski matahari siang cukup menyengat, namun tak memadamkan semangat beberapa anggota kelompok pecinta alam (KPA) Cliff Hanger Amurang melakukan aksi bersih-bersih, Kamis (6/6/2013).

Aksi bakti sosial bersih-bersih ini dilaksanakan, di seputaran kompleks pondok teguh bersinar dan pasar Amurang, dalam rangka memperingati hari Lingkungan Hidup sedunia. Kegiatan bersih-bersih tersebut juga melibatkan anggota TNI dari Kompi C 217 Pondang, bersama Kantor kebersihan, Manguni King Amurang, anggota pecinta alam Minsel.

Mereka melakukan bersih-bersih menggunakan sapu, memungut sampah dan memasukkannya ke dalam karung, serta mebawanya ke TPA Mobongo untuk dibuang, menggunakan 3 truk dan 2 motor sampah.

Cukup lama waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan sampah yang berserakan di. Jalan, berupa sampah plastik, maupun sampah organik, kegiatan tersebut sempat mencuri perhatian masyarakat.

Fahmi seorang pedagang kaki lima asal Ranoyapo mengatakan, kegiatan ini sangat bagus, dan menjadi contoh bagi. Yang lainnya."Cuma lebih bagus lagi kalau berkelanjutan," jelas dia.

Sementara itu, Yuliana Polii penjual makanan di seputar Benteng Portugis mengatakan, senang sekali melihat kegiatan generasi muda seperti ini."Ya kamo harap, supaya kegiatan ini boleh menjadi contoh masyarakat sekitar benteng portugis untuk peduli akan kebersihan, apalagi benteng portugis adalah cagar budaya patut diperhatika," jelas dia.

Sementara itu, Novi Pusung Kakan Kebersihan yang turut serta melakukan bersih-bersih mengatakan bahwa kebersihan merupakan tanggungjawab bersama, baik pemerintah, masyarakat, generasi muda termasuk organisasi yang bergerak di bidang kepencinta alam dan lingkungan."Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, lebih menyentuh ke masyarakat," jelasnya.

Menurutnya, kegitan seperti bisa dijadikan contoh yang baik bagi masyarakat khususnya generasi muda, untuk peduli terhadap kebersihan."Kami pemerintah juga akan mendukung kegiatan seperti ini," jelasnya.

Sementara itu, ketua panitia aksi bersih-bersih ini, Devky Dissa menyatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak generasi muda untuk peduli terhadap alam dan lingkungan, dengan menjaga kebersihannya."Kami bangga, setidaknya bisa berbuat bagi Minsel, dengan mengambil bagian dalam bersih-bersih," ucapnya.

"Kami peringati hari lingkungan hidup, serta kami juga mau mengajak masyarakat untuk buang sampah pada tempatnya, seperti menjaga kebersihan yang bisa dimulai dari diri kita sendiri," kata dia.

Ia menambahkan, menjaga kebersihan sebenarnya harus dilakukan dengan kesadaran sendiri."Jangan karena diperintah, karena bagaimanapun juga kalau lingkungan kita bersih, pasti hidup kita nyaman," jelasnya.

Ketua KPA Cliff Hanger Amurang Sanly Lendongan mengatakan, kegiatan ini adalah program bidang lingkungan."Selain bersih-bersih kami juga akan melaksanakan penghijauan di daerah moinit," ujar dia.

Laporan wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

Selasa, 27 Agustus 2013

Bupati Minsel Buka Jambore Nasional Panjat Tebing dan Vertical Rescue 2013


Amurang, KOMENTAR - Kawasan Tebing di Desa Kilometer Tiga Kecamatan Amurang, Rabu (23/01) dipadati setidaknya 1000 orang untuk mengikuti pembukaan Jambore Nasional Panjat Tebing (JNPT) dan Vertical Rescue yang dilakukan Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama empat hari, dan direncanakan membuka jalur pemanjatan baru.
Pada kesempatan itu, Bupati Paruntu menyatakan kebanggaannya dan rasa syukur atas keindahan tebing tersebut sebagai aset daerah yang harus dipelihara dan dilestarikan. Serta memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang ikut dalam kegiatan JNPT dan vertical rescue.

“Its wonderfull of the world, semoga dengan kegiatan ini dapat mengekspose Minsel sampai ke seluruh dunia dengan nuansa baru bagi dunia panjat tebing. Saya juga mengajak, agar masyarakat Minsel menghargai aset kekayaan alam ini. Kita harus lestarikan bersama demi menarik wisatawan yang berimbas pada peningkatan PAD,” ujar Bupati Paruntu.
Sementara Ketua Umum Panitia, Decky Palinggi dalam laporannya menyebutkan peserta berasal dari sembilan propinsi dan perguruanperguruan tinggi se Sulut. “Selain peserta panjat tebing dari Sulut, banyak dari daerah lain yang ikut dalam kegiatan ini. Diantaranya, Padang, Jakarta, Jogjakarta, Semarang, Bandung, Kalimantan, Makassar, Ambon dan Papua,” sebut papar Ketua Umum Panitia Jamnas Decky Palinggi.
Pada kesempatan itu, dilakukan penanaman pohon sebanyak 2.500 bibit pohon, pertunjukan tarian maengket, dan atraksi panjat tebing dari tim vertical rescue Bandung dibawah pimpinan Teddy Ixdiana.(vtr)